Minggu, 28 Oktober 2018

Metode Penelitian Geografi

Metode penelitian geografi ada beberapa jenis

  1. Metode Deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala dan fenomena yang terjadi secara sistematik faktual dan akurat mengenai kondisi alam dan manusia pada suatu wilayah. Peneliti tidak memberikan perlakuan pada fenomena tersebut. Misalnya mendeskripsikan fenomena kehidupan masyarakat suku anak dalam di provinsi Jambi, fenomena kehidupan nelayan di pesisir utara Jawa, fenomena kekeringan di Jawa Timur, dan fenomena pergerakan penduduk di daerah pinggiran kota Bandung.

  2. Metode Studi Kasus. Penelitian studi kasus dilakukan secara intensif pada kondisi alam atau manusia pada suatu wilayah yang mengalami kasus secara spesifik. Fokus utamanya adalah mengkaji pengaruh manusia terhadap lingkungannya pada suatu wilayah tertentu yang berbeda dengan wilayah lainnya. Misalnya fenomena kasus motivasi TKW dari Kabupaten Cianjur dan Indramayu yang bekerja di Timur Tengah fenomena pemanfaatan objek wisata Karst di Kabupaten Maros, fenomena penyebaran penyakit demam berdarah di wilayah pesisir, dan fenomena budidaya tanaman ubi jalar di Kabupaten Jayawijaya

  3. Metode Survei. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh fakta suatu fenomena atau gejala di lapangan. Hasilnya dapat digunakan untuk pemecahan masalah dan perumusan pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan perencanaan wilayah. Contohnya adalah survei jumlah penduduk survei perubahan penggunaan lahan dan survey pemantauan tingkat bahaya erosi.
  4. Metode Historis. Metode ini digunakan untuk mengkaji fenomena geografi berdasarkan urutan waktu (kronologis). Metode ini akan lebih efektif menggunakan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi melalui pemodelan spasial monitoring yaitu membandingkan data spasial dari waktu yang berbeda (time series) misalnya untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan di pinggiran Jakarta melalui monitoring pendangkalan di Laguna Segara Anakan, melakukan pemantauan kerusakan hutan di pulau Kalimantan, dan analisis arah perkembangan kota Medan.

  5. Metode Korelasional. Metode korelasional mengkaji fenomena atau masalah geografi dengan menghubungkan antara dua variabel atau lebih. Tingkat hubungan antara variabel tersebut dinyatakan dengan koefisien korelasi. Misalnya mengkaji hubungan antara pendidikan orang tua dengan motivasi menyekolahkan anak, hubungan antara ketinggian tempat dengan persebaran jenis tumbuhan, dan hubungan antara jarak terhadap keputusan lokasi berbelanja.

  6. Metode Eksperimen. Metode ini dilakukan untuk mengetahui sebab akibat atas permasalahan geografi, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berupa data angka melalui analisis statistik. Penelitian ini menekankan perlakuan untuk melihat pengaruh atau perubahan variabel yang diberi perlakuan atau tindakan dengan variabel yang tidak diberi perlakuan. Misalnya penelitian eksperimen untuk melihat perbedaan produktivitas hasil pertanian pada lahan yang diberi pupuk organik dan lahan yang diberi pupuk anorganik.

  7. Metode Penelitian Tindakan. Penelitian tindakan merupakan penelitian yang biasa dilakukan dalam pendidikan geografi, merupakan bentuk batas pembelajaran yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan beberapa siklus dan treatment pada satu kelas yang mengalami masalah sehingga benar-benar dapat diatasi permasalahan tersebut.
Sumber : 
Lili Somantri Nurul Huda, 2006. Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Geografi Jilid 1. Grafindo. Bandung.

Seja o primeiro a comentar

Posting Komentar

Belajar Geografi ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO