Minggu, 18 September 2011

Budidaya Jamur Merang



Sejarah mengatakan bahwa JAMUR telah di konsumsi sejak ribuan tahun yang silam baik itu jamur tiram maupun kamur yang lain.Pada awalnya JAMUR adalah makanan yang biasa di konsumsi oleh raja-raja mesir kemudian menyebar luas menjadi makanan masyarakat umum.

Cina sejak ribuan tahun silam telah menggunakan jamur sebagai bahan obat-obatan. Jamur pertama yang di budidayakan di daratan cina adalah jamur Merang (Volvariella volvaceae) pada pertengahan abad 17.  Di indoneasia jamur merang mulai di budidayakan kira-kira sejak tahun 1950 an.

Jamur tiram dapat di olah menjadi berbagai macam masakan, misalnya cah jamur saus tiram, mie ayam jamur dll. Kebutuhan jamur tiram di pasaran terus meningkat sehingga pembudidayaan jamur tiram terus di kembangkan di sana sini. Membudidayakan jamur tiram untuk dijadikan usaha keluarga adalah pilihan yang bagus Sebab usaha jamur tidak ada matinya, kebutuhan pasar akan jamur sangat besar selain untuk di olah menjadi masakan, jamur juga bias di jadikan baha obat-obatan.

Jika anda kesulitan mencari bibit jamur merang, anda dapat mencarinya di internet dengan pembelian secara online. Caranya ketikkan saja “Jual bibit jamur merang “ di google, maka anda akan mendapatkan banyak sekali penawaran bibit jamur merang. Nah jika anda berminat membudidayakan jamur  merang, maka anda perlu belajar bagaimana Cara budidaya jamur merang dengan baik. Perhatikan beberapa hal penting di bawah ini :

I. Pembuatan Kumbung

A. Penentuan Lokasi :
  1. Sumber jerami
  2. Sumber air
  3. Jalan

B. Persyaratan Kumbung :
  1. Dinding dalam dan atas menggunakan plastik polyetilen.
  2. Dinding luar menggunakan sterofoam.
  3. Kumbung lebih baik ditempat

C. Perbedaan kumbung :
  1. Kumbung atas lancip : bila panas maka uap akan mengalir ke samping. Digunakan untuk kumbung yang memiliki satu rak ditengah.
  2. Kumbung atas datar : uap air akan jatuh ketengah-tengah kumbung. Digunakan untuk kumbung yang memiliki dua rak

II. Media

  1. Jerami
  2. Kapur CaCO3
  3. Dedak
  4. Limbah kapas
a. Jerami mengandung :
  • Lignin
  • Selulosa
  • Silicca

b. Alternatif jerami :
  • Alang-alang
  • Eceng gondok
  • Batang jagung
  • Kelaras pisang
 c. Alternatif limbah kapas :
  •  Ampas sagu
  •  Ampas tahu
  • Ampas tempe
  • Ampas kapuk

III. Pembuatan Kompos
  1. Lapisan atas : kompos kapas
  2. Lapisan bawah : kompos jerami

IV. Memasukkan Kompos
  1. ±10 hari kompos jerami masuk kumbung, simpan setinggi ±40 cm/rak.
  2. Lapisi ± 0,5 cm kompos kapas yang telah dikompos selama 1 bulan.
  3. Pasteurisasi sampai suhu 70°C, pertahankan 4-5 jam.
  4. Penanaman dilakukan bila suhu < 40°C.

V. Pasteurisasi / Steam
  1. Lantai kumbung dibersihkan.
  2. Peralatan untuk wadah penanaman bibit harus disertakan dalam pasteurisasi.
  3. Semua ruang tertutup.
  4. Drum pasteurisasi diisi penuh, salurkan pipa ke dalam kumbung.
  5. Setelah mencapai 70°C (biasanya setelah 7-8 jam). Suhu dipertahankan selama 4-5 jam
  6. Penanaman bibit dilakukan setelah istirahat 1 hari.

Catatan :
  • bila penyeteaman tidak matang, maka jendela harus dibuka agar amoniak keluar.
  • bila penyeteman matang, maka jendela ditutup saja.
VI. Penanaman Bibit
  1. pH diusahakan mencapai 7 / netral.
  2. Peralatan untuk penanaman yang telah di pasteurisasi disiapkan untuk diisi bibit.
  3. Bibit log dihancurkan agar lembut. ( 1 log untuk 1m2)
  4. Bibit ditabur pada 2/3 media dari tinggi media / tengahnya tidak di tabur.
  5. Bibit sempilan di tanam di bawah media gulungan sebanyak 2 tempat tanam.
  6. Bisa juga dibuat bantalan di tiang danditanami bibit.
  7. Hari I : penanaman dilakukan sore hari.
  8. Hari II : pertumbuhan miselium diperhatikan.
  9. Hari III : 
    • Bila bibit telah keluar miselium, maka langsung disiram.
    • Bila bibit belum tumbuh, maka penyiraman dilakukan hari ke 4.
    • Penyiraman bibit dilakukan pada tengah hari ± pkl 13.00
  10. Hari IV : mulai hari ke 4, pintu & jendela dibuka antara pkl 06.00-06.15.
  11. Hari V : jendela dibuka 15°. Pintu di buka pkl 00.00 selama ½ jam.
  12. Hari VI : jendela di buka 30 °.
  13. Hari VII : jendela di buka 45°.
  14. Hari VIII : jendela di buka 60-90° / bila jamur tumbuh besar.
  15. Panen selanjutnya jendela dibuka terus sampai selesai.

VII. Pemeliharaan Media
  1. Penyiraman dilakukan 3 atau 4 hari setelah tanam,untuk mengubah masa vegetatif menjadi masa generatif.  Karena penyiraman dilakukan pada siang hari sehingga jamur menjadi stress dan mengubah fase tanam.
  2. Temperatur ruangan 34-36°C.
  3. Temperatur media 34- 38°C.
  4. Bila temperatur media mencapai 38°C atau lebih maka akan tumbuh cendawan Monilia, tumbuh antara hari ke V – VIII.

VIII. Panen
  1. Ciri jamur siap tanam :
    • Bila masih ada tonjolan , panen dilakukan keesokan harinya.
    • Bila bulat sudah merata , jamur siap panen.
  2. Cara panen jamur :
    • Lebih baik tidak menggunakan kuku tangan, tetapi menggunakan pisau yang telah disterilkan.
    • Tinggalkan / sisakan sedikit pangkal buah jamur yang di panen.
    • Media tidak boleh terangkat.
  3. Penyebab menurunnya kualitas jamur merang (bercak-bercak):
    • Pasteurisasi tidak matang
    • Dedak tidak matang
  4. Penyebab jamur pecah :
    • Suhu terlalu tinggi
    • Terlambat waktu panen.
Selamat Mencoba.

Sumber :
Peluang usaha-oke.com

Seja o primeiro a comentar

Posting Komentar

Belajar Geografi ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO