Kamis, 17 Februari 2011

Sejarah Pembentukan Bumi dan Perkembangannya

(Sejarah Pembentukan Bumi dan Perkembangannya, Teori Terjadinya Bumi dan Tata Surya) – Bumi terbentuk miliaran tahun lalu, tetapi permukaan Bumi telah banyak mengalami proses perkembangan dan perubahan sepanjang masa. Perubahan tersebut bersifat cepat maupun lambat. Penyebab perubahan tersebut adalah gaya dari dalam bumi (Endogen) dan tenaga dari luar Bumi (eksogen).

Bumi merupakan bagian dari sistem galaksi yang berada di jagat raya, yaitu galaksi Bimasakti. Tahukah kamu apa yang disebut dengan galaksi? Dalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, dimana anggotanya mempunyai gaya tarik-menarik (gravitasi). Bumi yang kita tempati hanya bagian kecil saja dari galaksi Bimasakti, yaitu bagian dari tata surya dengan matahari sebagai pusatnya.

Bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 5m di Observatorium Hale mungkin sampai kira-kira satu miliar galaksi. Galaksi-galaksi inilah pengisi jagat raya.

1. Teori Kabut Kant-Laplace
Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi.
Ingatkah kamu tentang teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796)? Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalamproses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.

2. Teori Planetesimal
Seabad sesudah teori kabut tersebut, muncul Teori Planetesimal yang dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadiplanet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita.

Pada dasarnya, proses-proses teoritis terjadinya planet-planet dan bumi, dimulai daribenda berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena proses waktu dan perputaran (pusingan) cepat, maka terjadi pendinginan yang menyebabkan pemadatan (pada bagian luar). Adapaun tubuh Bumi bagian dalam masih bersuhu tinggi.

3. Teori Pasang Surut Gas

Teori Pasang Surut Gas ini dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnyaadalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika  sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massamatahari tadi dan merentang kea rah bintang besar itu.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaituplanet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet  besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.

Sementara pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan penarikan matahari, maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet, sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet. peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet, seperti telah dibicarakan di atas.

4. Teori Bintang Kembar
Teori Bintang Kembar ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak ituadalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.




5. Teori Dentuman besar (Big Bang Theory)
Teori Big Bang
Teori ini berdasarkan jenis asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai massa jenis sangat besar. Adanya reaksi inti menyebabkan amssa tersebut meledak hebat. Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat, menjauhi pusat ledakan. Karena adanya gravitasi, maka bintang yang paling kuat gravitasinya akan menjadi pusatnya.
Dari berbagai teori yang dikemukakan para ahli, kebanyakan ilmuwan mendukung teori dentuman besar. Menurut mereka, ledakan besar tersebut merupakan awal terbentuknya alam semesta.

MATERI GEOGRAFI

Materi Geografi yang akan di UN-kan

  1. Hakikat Geografi
  2. Pembentukan Bumi
  3. Sejarah Perkembangan Muka Bumi
  4. Sejarah Pembentukan Tata Surya
  5. Sejarah Pembentukan Jagad Raya
  6. Anggota Tata Surya dan Sistem Tata Surya
  7. L i t h o s f e r
  8. Litosfer Guru muda
  9. Tektonisme
  10. Vulkanisme
  11. Seisme
  12. Mitigasi Bencana
  13. Tenaga eksogen
  14. Pedosfer
  15. Atmosfer, 
  16. Atmosfer guru muda
  17. Iklim dan Curah Hujan
  18. Fenomena Atmosfer dan Litosfer Bumi
  19. Hidrosfer
  20. Hidrosfer guru muda
  21. Biosfer
  22. Antroposfer
  23. Sumber Daya Alam
  24. Lingkungan Hidup
  25. Peta
  26. Inderaja
  27. SIG
  28. Pola Keruangan Desa-Kota
  29. Interaksi Desa – Kota
  30. Wilayah dan Perwilayahan
  31. Negara Maju dan Negara Berkembang

Senin, 14 Februari 2011

SIKLUS HIDROLOGI

Jumlah air di permukaan bumi relatif tetap,  hal ini dikarenakan air senantiasa bergerak dalam suatu lingkungan peredaran yang dinamakan siklus (daur).

Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air yang berurutan secara terus menerus.

Siklus hidrologi terdiri dari :
1. Siklus Pendek (Kecil)
2. Siklus Sedang
3. Siklus Panjang (Besar)


Siklus Pendek

Siklus pendek adalah proses peredaran atau daur ulang air dengan urutan sebagai berikut :

   1. Penguapan air laut karena pemanasan matahari di permukaan laut
   2. Air laut mengalami perubahan bentuk menjadi gas
   3. Terjadi kondensasi
   4. Pembentukan awan
   5. Turun hujan
   6. Hujan jatuh di permukaan air laut.

Siklus pendek menghasilkan hujan di atas permukaan air laut.

Siklus Sedang

Siklus sedang adalah proses peredaran atau daur ulang air dengan urutan sebagai berikut :

   1. Penguapan air laut
   2. Kondensasi
   3. Angin menggerakkan uap air menuju daratan
   4. Pembentukan awan
   5. Turun hujan di daerah daratan
   6. Air hujan akan mengalir kembali ke laut melalui sungai

Siklus Panjang

Siklus panjang adalah proses peredaran atau daur ulang air dengan urutan sebagai berikut :

   1. Penguapan
   2. Sublimasi
   3. Terbentuk awan yang mengandung kristal es
   4. Angin menggerakan kristal es ke daratan
   5. Turun hujan es ( hujan salju)
   6. Pembentukan gletser
   7. Gletser yang mencair membentuk aliran sungai
   8. Air sungai mengalir menuju daratan.
  
Air Permukaan Dan Air Tanah

Lapisan air yang ada di permukaan bumi dikelompokan menjadi dua, yaitu air permukaan dan air tanah.

Air permukaan adalah perairan yang terdapat di permukaan tanah. Air permukaan terdiri dari:
a. Perairan darat yang terdiri dari sungai, danau, rawa
b. Perairan laut

(Gambar Aliran Air Permukaan)

Air tanah, yaitu air yang berada di bawah permukaan tanah. Air tanah terdiri dari:

  1. Air tanah preatis, yaitu air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air (impermeable), tidak jauh dari permukaan tanah.
  2. Air tanah artesis adalah air tanah yang letaknya jauh di dalam tanah, diantara dua lapisan batuan yang tidak dapat ditembus air atau lapisan kedap air.

(Gambar Air Tanah )
  
Perairan Laut

Di permukaan bumi terdapat berbagai macam jenis laut, jenis laut dapat dibedakan berdasarkan proses terjadinya, letaknya dan kedalamannya.

A. Berdasarkan proses terjadinya perairan laut dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  1. Laut Ingresi, terjadi karena dasar laut mengalami penurunan. Kedalaman laut ingresi pada umumnya lebih dari 200 meter.
    Contoh laut ingresi adalah Laut Maluku dan  Laut Sulawesi.
  2. Laut Transgresi, terjadi karena permukaan air laut bertambah tinggi.  Laut transgresi umumnya terdiri dari laut dangkal yang kedalamannya kurang dari 200 meter.
    Contoh laut transgresi adalah Laut Jawa, Laut Cina Selatan dan Laut Arafura.
  3. Laut Regresi, terjadi karena  laut mengalami penyempitan akibat adanya proses sedimentasi lumpur yang dibawa oleh sungai.

B. Berdasarkan letaknya, perairan laut terdiri dari :

  1. Laut Tepi, yaitu laut yang terdapat di tepi benua.
    Contohnya Laut Jepang, Laut Cina Selatan dan Laut Arab.
  2. Laut Tengah, yaitu laut yang terletak di antara dua benua. 
    Contohnya  Laut Tengah, laut-laut yang ada di wilayah  Indonesia.
  3. Laut Pedalaman, yaitu laut terletak di tengah-tengah benua dan hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan.
    Contohnya  Laut Hitam dan Laut Baltik

C. Berdasarkan kedalamannya, wilayah perairan laut terdiri dari empat zona, yaitu :

  1. Zona Litoral, yaitu wilayah antara garis pasang dan garis surut air laut. Wilayah ini kadang-kadang kering pada saat air laut surut dan tergenang pada saat air laut mengalami pasang. Zona litoral biasanya terdapat di daerah yang pantainya landai.
  2. Zona Neritik, adalah daerah dasar laut yang mempunyai kedalaman rata-rata kurang dari 200 meter. Contohnya wilayah perairan laut dangkal di Paparan Sunda dan Paparan Sahul di wilayah perairan Indonesia. Seperti Laut Jawa, Selat Sunda dan Laut Arafuru.
  3. Zona Batial, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman antara 200 meter – 1.800 meter.
  4. Zona Abisal, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman lebih dari 1.800 meter. Contohnya Palung Laut Banda (7.440meter) dan Palung Laut Mindanao (10.830 meter).

Zona Laut Berdasarkan Kedalamannya


Wilayah Perairan Laut Indonesia

  1. Landas Kontinen, yaitu bagian laut yang kedalamannya mencapai 200 meter. Pada wilayah ini suatu negara berhak untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang terkandung di dalamnya.  Penentuan landas kontinen didasarkan atas wilayah perairan Indonesia dan dikuatkan oleh perjanjian dengan negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia, seperti Malaysia, Thailand, Australia, Singapura dan India.
  2. Laut Teritorial, yaitu wilayah laut suatu negara sejauh 12 mil dari garis dasar lurus. Garis dasar lurus adalah garis yang ditarik dari titik-titik terluar suatu pulau pada saat air laut surut.
  3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yaitu wilayah laut suatu negara yang diukur sejauh 200 mil (± 320 Km) dari garis dasar wilayah laut.

Dinamika Perubahan Hidrosfer (Banjir)


Tugas Kelompok III
Sumber : e-dukasi.net

Minggu, 13 Februari 2011

Atmosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan

Iklim dan Curah Hujan


Daerah Konvergesi Antara Tropik dan Daerah Doldrum


Daerah konvergensi adalah daerah pertemuan dua angin dari arah yang berlawanan, kemudian udaranya bergerak ke atas.

Gambar : Daerah Konvergensi Antara Tropic

Di daerah tropis bertiup angin pasat timur laut dan pasat tenggara yang berhembus dari daerah maksimum subtropik menuju ke minimum ekuator dan kemudian bertumbukan. Daerah tumbukan kedua angin tersebut merupakan daerah pemanasan, kemudian memuai dan bergerak ke atas angin bergerak menuju ke satu titik lalu bergerak keatas disebut Konvergensi. Tempat terjadinya konvergensi disebut Daerah konvergensi antar tropik
Gambar : DKAT buan Januari dan Juli

Pada umumnya di suatu tempat suhu tinggi tekanan di atas wilayah itu rendah,dalam rangka memperoleh keseimbangan, udara yang bertekanan tinggi  bergerak ke tekanan lebih rendah. Akibatnya  pantai barat Sumatera dan Aceh sampai Bengkulu memperoleh hujan terbanyak pada bulan  Nopember, sedangkan Lampung pada bulan Desember,

Mulai pantai utara Jawa,Bali, NTB, NTT memperoleh hujan paling banyak pada bulan Januari, sedangkan Sumba, Timor mendapat hujan paling banyak terjadi pada bulan Februari. Karena daerah bertekanan rendah juga bersuhu tinggi      

maka gerakan udara dari yang bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah disertai oleh gerakan udara naik, sebagai akibat persamaan. Gerakan udara naik menyebabkan turunya suhu udara tadi, Menurunya suhu akibat grakan DKAT, maka sebagian uap yang dikandung akan jatuh sebagai hujan Pada lokasi yang udaranya bergerak ke atas dapat dikatakan angin sangat tenang artinya gerakan secara horizontal kecil. Wilayah tenang di daerah tropis ini disebut daerah Doldrums. Daerahnya adalah terletak antara 10 o LU dan 10 o LS.
Daerah Persebaran Hujan

Gambar : Curah hujan di Indonesia

Pola curah hujan di Indonesia Secara Astronomis Indonesia terletak diatara 6º Lu dan 11º Ls dan sebagian besar berada di sekitar khatulistiwa dan memiliki curah hujan yang cukup besar terutama di Indonesia bagian barat, dengan rata curah hujannya 2.000 – 3.000.m/tahun dan semakin ke arah timur curah hujannya semakin kecil kecuali Maluku dan Papua.

Daerah yang paling banyak mendapatkan curah hujan adalah Batu Raden Jawa Tengah yaitu 7.069 m/ tahun, sedangkan yang paling sedikit mendapatkan curah hujan adalah Palu yaitu hanya 547 m/tahun

Gambar : Angin yang bertiup pada bulan Januari

Curah hujan di Indonesia tidak terlepas dipengaruhi oleh angin muson barat dan angin muson timur. Angin muson barat pada bulan Januari tekanan udara tinggi berada di atas Asia sedangkan tekanan rendah berada di atas Australia, angin ini berhembus di atas Lautan Pasifik banyak membawa uap air dan akhirnya menurunkan hujan di wilayah Indonesia bagian barat dan berlangsung antara bulan Oktober – April (musim hujan )
Gambar : Angin pada bulan Juli

Angin muson timur berhembus dari arah timur pada bula Juli. Tekan udara tinggi berada di atas Australia dan tekanan rendah berada di wilayah Asia, angin ini berhembus melalui banyak daratan daerah laut yang dilaluinya sedikit sekali sehingga udara yang berhembus tidak terlalu banyak mengandung uap air oleh sebab itu hujanya sedikit dan berhembus pada bulan April – Oktober, dan terjadilah di Indonesia musim kemarau.
Tugas Kelompok II
sumber : http://e-dukasi.net

Atmosfer

A.    Ciri-ciri Lapisan Atmosfer dan Pemanfaatannya

1.    Pengertian Atmosfer
Bumi kita diselimuti oleh udara. Udara yang menyelimuti bumi kita disebut atmosfer. Atmosfer terdiri atas berbagai gas, seperti :
Nitrogen            (78%)
Oksigen             (21%)
Argon                (  1%)
Air                     (0-7%)
Ozon                  (0-0,01%)
Karbondioksida  (0,01-0,1%)                                       

2.    Lapisan Atmosfer

Atmosfer dapat dibedakan sebagai berikut:
a.    Troposfer
Lapisan udara terbawah yang berpengaruh besar terhadap kehidupan di permukaan bumi ini disebut troposfer. Di atas khatulistiwa ketinggiannya mencapai 16 km dan di kutub mencapai 8 km. Ketinggian rata-rata troposfer adalah 11 km dari permukaan bumi. Sebagian besar gas-gas di atmosfer berada pada lapisan ini (80%).
Karakteristik lapisan troposfer antara lain:
  1. Turunnya temperatur seiring dengan bertambahnya ketinggian. Tiap naik 100 m, temperatur berkurang 0,6°C.
  2. Di dalam lapisan troposfer terjadi gejala-gejala cuaca, seperti hujan, angin, halilintar, pelangi, dan halo. Oleh karena itu, lapisan ini sangat penting bagi kehidupan di bumi. Puncak troposfer dibatasi oleh lapisan tropopause, yaitu lapisan pembatas antara troposfer dengan stratosfer. Pada puncak troposfer, temperaturnya mencapai -60°C.
b.    Stratosfer
Lapisan berada di atas troposfer, dengan ketinggian sampai dengan 55 km. Lapisan ini terbagi menjadi dua, yaitu:
  1. Lapisan isotermal (Iso= sama dan term = panas), ketinggiannya 11-12 km dengan temperatur tetap yaitu -60°C.
  2. Lapisan inverse, ketinggiannya 20-55 km dengan temperatur di bawah titik beku (-5°C). Di lapisan ini merupakan daerah konsentrasi ozon, dengan konsentrasi terbesar pada ketinggian 22 km. Puncak stratosfer dibatasi oleh Stratopause.
c.    Mesosfer
Lapisan mesosfer ketinggiannya antara 55-80 km. Pada lapisan ini makin ke atas, temperatur udara makin rendah. Tiap ketinggian 1000 m, temperatur udara turun 2,5°-3°C. Pada mesosfer bagian atas temperaturnya mencapai -90°C. Puncak lapisan ini dibatasi oleh lapisan mesopause.
d.    Termosfer
Lapisan ini terletak pada ketinggian 80-500 km. Lapisan in i disebut juga lapisan panas (hot layer). Lapisan bagian bawah dari lapisan termosfer disebut ionosfer. Temperaturnya mulai naik dari -90°C sampai dengan 500°C. Tingginya temperatur tersebut karena molekul oksigen menyerap energi surya.
e.    Ekosfer
Berada pada ketinggian di atas 500 km. Pada lapisan ini molekul-molekul udara bergerak dengan cepat dan gravitasi bumi sudah bekurang. Pengaruh angkasa luar sudah terasa.

3.    Pemanfaatan Penyelidikan Atmosfer

    Manfaat penyelidikan atmosfer, antara lain:
  1. Untuk mengadakan ramalan cuaca jangka pendek atau jangka panjang. Prakiraan cuaca ini penting bagi keperluan pertanian, penerbangan, pelayaran, dan peternakan.
  2. Untuk menyelidiki kemungkinan diadakannya hujan buatan.
  3. Untuk mengetahui sebab-sebab gangguan radio, televisi, dan cara memperbaiki hubungan melalui udara.
  4. Untuk mengetahui syarat-syarat hidup di lapisan udara bagian atas.
Unsur-unsur Cuaca dan Iklim

Cuaca adalah keadaan udara pada waktu yang relatif singkat dalam satu daerah yang sempit. Ilmu tentang cuaca dinamakan meteorologi. Cuaca dikatakan baik misalnya langit cerah, tidak berawan, tidak turun hujan, tidak berkabut, dan tidak bertiup angin yang kencang.
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang sangat luas dalam waktu yang lama. Ilmu tentang iklim dinamakan klimatologi.
Keadaan cuaca dapat diprakirakan melalui pengamatan. Pengamatan itu dilakukan terhadap unsur-unsur cuaca. Unsur-unsur tersebut sebagai berikut:

1.    Sinar Matahari (Radiasi)
Matahari merupakan sumber energi pada bumi. Pancaran energi datang dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Radiasi matahari bergelombang pendek, sedangkan radiasi bumi bergelombang panjang karena energi matahari diserap oleh bumi dan dipancarkan kembali menjadi radiasi bergelombang, panjang. Energi matahari merupakan sumber utama energi di atmosfer serta merupakan pengendali cuaca dan iklim.

2.    Temperatur atau Suhu Udara
Untuk menjadi panas karena mendapat pemanasan matahari. Alat untuk mengukur suhu udara disebut termometer. Termometer yang sederhana adalah termometer dinding dan termometer maksimum-minimum. Termometer yang mencatat sendiri disebut termograf.
Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator), dan makin ke kutub makin dingin. Suhu di daerah ekuator sekitar 27oC dan di daerah kutub mencapai beberapa derajat di bawah nol. Di pihak lain, pada waktu kita mendaki gunung, semakin naik ketinggian suhu udara terasa semakin dingin. Tiap kenaikan 100 m, suhu udara berkurang (turun) 0,6°C. Penurunan suhu semacam itu disebut gradien temperatur vertical atau lapse rate. Pada udara kering, besar lapse rate adalah 1 °C.
Faktor-faktor yang memengaruhi tinggi rendahnya suhu udara di suatu daerah adalah sebagai berikut:
  1. Sudut datang sinar matahari
    Makin tegak sinar matahari, udara makin panas.
  2. Keadaan cuaca
    Pada saat cuaca cerah suhu udara panas, sedangkan pada seat cuaca mendung (berawan) suhu udara dingin.
  3. Letak lintang
    Makin dekat dengan ekuator, suhu udara lebih panas dan makin dekat kutub, suhu udara makin dingin.
  4. Ketinggian tempat
    Di pantai, suhu udara panas dan makin tinggi tempat suhu makin dingin. Suhu rata-rata suatu tempat dapat dicari dengan rumus sebagai berikut. Keterangan:
Tv = To - 0,6 x h/100    

Tv = Temperatur rata-rata suatu tempat (x) yang dicari
To  = Temperatur suatu tempat yang sudah diketahui
H   = Tinggi tempat (x)

3.    Tekanan Udara
Tekanan udara adalah tekanan yang ditimbulkan oleh massa udara pada permukaan bumi. Udara yang menyelubungi bumi ini adalah benda gas dan mempunyai massa.
Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Barometer yang dapat mencatat sendiri disebut barograf. Besarnya tekanan udara di permukaan bumi adalah 76 cm Hg atau 760 mm Hg atau satu atmosfer.

4.     Angin
Angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Tekanan udara minimum disebut depresi. Jadi, angin ditimbulkan oleh perbedaan tekanan udara. Tekanan udara disebabkan oleh Tmperatur/suhu yang berbeda. Daerah yang temperaturnya tinggi, tekanan udaranya rendah, sedangkan daerah yang temperaturnya rendah, tekanan udaranya tinggi (maksimum).
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengamati angin, antara lain:
a.    Kecepatan angin,
b.    Kekuatan angin,
c.    Arah angin.

5.     Awan
Awan adalah kumpulan tetesan air (kristal-kristal es) dalam udara di atmosfer yang terjadi karena adanya pengembunan/pemadatan uap air yang terdapat dalam udara setelah melampaui keadaan jenuh. Awan yang menempel di permukaan bumi disebut kabut.
Secara garis besar awan mempunyai tiga bentuk, yaitu :

Jenis-jenis awan
  1. Awan sirus (cirrus) atau awan bulu adalah awan yang tipis seperti serat atau seperti bulu. Sangat tinggi dan biasanya terdiri dari kristal-kristal air.
  2. Awan stratus atau awan berlapis adalah awan yang rata, hampir tidak mempunyai bentuk tertentu. Biasanya berwarna kelabu dan menutup langit pada daerah yang luas.
  3. Awan kumulus atau awan bergumpal adalah awan tebal dengan gerakan vertikal. Di bagian atas berbentuk setengah bulatan (dome) atau seperti kubis dan di bagian bawahnya rata
6.    Kelembaban Udara
Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung di dalam udara. Besar kecilnya uap air di udara merupakan indikator terjadinya hujan (presipitasi). Untuk mengetahui kelembaban udara digunakan alat ukur higrometer.
Kelembaban udara dibedakan menjadi dua macam yaitu:
  1. Kelembaban mutlak (absolut) yaitu bilangan yang menunjukkan berapa gram uap air yang tertampung dalam satu meter kubik udara.
  2. Kelembaban nisbi (relatif) yaitu bilangan yang menunjukkan berapa persen perbandingan antarjumlah uap air yang ada dalam udara dan jumlah uap air maksimum yang dapat ditampung oleh udara tersebut. Rumus:
Kelembaban nisbi =    Kelembaban mutlak udara x 100%   
                                   Nilai jenuh udara

7.    Curah Huian (Presipitasi)
Curah hujan adalah banyaknya air-hujan atau kristal es yang jatuh hingga permukaan bumi. Alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan adalah ombrometer. Curah hujan dihitung dalam 24 jam sehingga akan ditemukan curah hujan harian, bulanan, dan tahunan. Cara mengukur curah hujan dalam sehari adalah dengan menghitung intensitas hujan dalam 24 jam. Cara mengukur curah hujan dalam sebulan adalah dengan menjumlah curah hujan tiap hari selama satu bulan, sedangkan cara menghitung curah hujan dalam setahun adalah menjumlah curah hujan tiap-tiap bulan selama satu tahun. Jumlah curah hujan dalam satu bulan, jika kurang dari 60 mm disebut bulan kering, 60-100 mm disebut bulan lembab, dan lebih dari 100 mm disebut bulan basah.

8.    Massa Udara

Massa udara merupakan kumpulan udara pada daerah yang luas dan memiliki ciri-ciri sama, yaitu temperatur dan kelembaban seragam (homogen).

Klasifikasi Tipe Iklim

1.    lklim Matahari
Pembagian iklim matahari didasarkan pada kedudukan matahari terhadap muka bumi. Iklim matahari dibedakan menjadi empat daerah iklim, yaitu:
  1. Daerah iklim tropik, terletak antara 23,5°LU-23,5°LS. Cirinya: suhu udara selalu tinggi dan curah hujan juga tinggi.
  2. Daerah iklim subtropik, terletak antara 23,5°LU-40°LS. Cirinya: tekanan udara selalu tinggi dan kering. Oleh karena itu, wilayah ini banyak dijumpai gurun pasir dan sabana.
  3. Daerah iklim sedang, terletak antara 40°-66,5°LU/LS. Cirinya: daerah ini memiliki empat musim yaitu panas, gugur, dingin, dan semi.
  4. Daerah iklim dingin atau kutub, terletak antara 66,5°LU-90°LS.

2.    Iklim Fisis
Iklim fisis didasarkan pada keadaan yang sesungguhnya di permukaan bumi. Tipe-tipe iklim fisis antara lain:
  1. Iklim kontinental (iklim darat)
    Iklim ini dipengaruhi oleh angin darat, yang ditandai dengan amplitudo suhu harian yang tinggi dan amplitudo suhu tahunan yang juga tinggi. Curah hujan sedikit dan hanya sebentar, disertai angin topan.
  2. Iklim maritim (iklim laut)
    Iklim ini dipengaruhi oleh angin laut, yang ditandai dengan amplitudo suhu harian kecil, rata-rata suhu tahunan juga kecil, banyak awan, dan hujan disertai badai.
  3. Iklim dataran tinggi (pegunungan)
    Iklim ini dipengaruhi oleh angin pegunungan, yang ditandai dengan amplitudo suhu harian besar, tekanan udara rendah, udara kering, sinar matahari sangat terik, dan jarang turun hujan.
  4. Iklim muson (musim)
    Iklim muson terdapat di daerah-daerah yang dilalui oleh angin muson yang berganti arah setiap enam bulan sekali yang ditandai oleh setengah tahun bertiup angin yang menimbulkan hujan dan berikutnya bertiup angin yang akan menimbulkan musim kemarau.

3.    Klasifikasi Koppen

Klasifikasi Koppen didasarkan pada curah hujan dan temperatur. Koppen membagi iklim menjadi lima tipe iklim yaitu:
  1. Iklim A atau iklim hujan tropis (tropical rainy climates). Daerah yang beriklim ini temperatur bulan terdingin 18°C, curah hujan tahunan tinggi, dan curah hujan bulanan lebih dari 600 mm.
  2. Iklim B atau iklim kering/gurun (dry climates), dengan curah hujan lebih sedikit dari penguapan.
  3. Iklim C atau iklim sedang (humid mesothermal climates), dengan temperatur antara -3°C sampai 8oC
  4. lklim D atau iklim dingin (humid microthermal climates), dengan temperatur rata-rata bulan terdingin kurang dari -3°C dan temperatur rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C
  5. Iklim E atau iklim kutub (polar climates), dengan temperatur rata-rata bulan terpanas kurang dari 10°C

4.    Klasifikasi Schmidt-Ferguson
Klasifikasi ini didasarkan pada perhitungan indeks nilai Q dengan cara menghitung jurnlah curah hujan tiap-tiap bulan. Berdasarkan curah hujan yang dihubungkan dengan tingkat kebasahan dapat diklasifikasikan oleh Mohr sebagai berikut.
a.    Bulan kering      : curah hujan antara 0-60 mm/bulan
b.    Bulan lembab    : curah hujan antara 60--100 mm/bulan
c.    Bulan basah       : curah hujan I di atas 100 mm/bulan
Adapun rumus perhitungan nilai Q adalah sebagai berikut:
Q = Rata- rata bulan kering x 100%
          Rata - rata bulan basah
Schmidt-Ferguson membagi iklim di Indonesia menjadi delapan tipe yaitu:
a.   Iklim A; sangat basah, nilai Q    = 0-14,3%
b.   Iklim B; basah, nilai            Q   = 14.3-33,33%
c.   Iklim C; agak basah, nilai    Q   = 33,3-60%
d.   Iklim D; sedang, nilai          Q   = 60-100%
e.   Iklim E; agak kering, nilai    Q   = 100-167%
f.    Iklim F; kering, nilai            Q   = 167-300%
g.   Iklim G; sangat kering, nilai  Q  = 300-700%
h.   Iklim H; luar biasa kering, nilai Q    = >700%

5.    Klasifikasi Oldeman

Klasifikasi Oldeman didasarkan atas jumlah bulan basah secara berurutan dan banyaknya bulan kering.

6.    Klasifikasi F.W. Junqhuhn
Dasar klasifikasi yang digunakan oleh Junghuhn adalah ketinggian tempat dan jenis tanaman yang tumbuh. Junghuhn membagi iklim menjadi empat zona, yaitu:
  1. Daerah panas, ketinggian 0-600 m dengan temperatur 26,3°C-22°C
    Jenis tanaman yang tumbuh: karet, kopi, jagung, padi, kelapa, dan coklat.
  2. Daerah sedang, ketinggian 600-1.500 m dengan temperatur 22°C-17,1°C
    Jenis tanaman yang tumbuh: teh, king, kopi, padi, tembakau, bunga, dan sayuran.
  3. Daerah sejuk, ketinggian 1.500-2.500 m dengan temperatur 17,1°-11,1°C
    Jenis tanaman yang tumbuh: kopi, teh, kina, dan sayuran.
  4. Daerah dingin, ketinggian di atas 2.500 m dengan temperatur kurang dari 11,1°C Tidak ada tanaman budidaya, yang dapat tumbuh adalah lumut.
Tugas Kelompok I 

Struktur Ruang Kota

Kota ideal adalah kota yang mempu mengakomodasi dan menyelaraskan antara aktivitas masyarakat dan bentuk penggunaan lahannya. Untuk itu banyak pemikiran tentang konsep kota ideal yang diwujudkan dalam teori-teori kota ideal.

a. Holmer Hoyt (Sector Theory)
Struktur ruang kota cenderung berkembang berdasarkan sektor-sektor dari pada berdasarkan lingkaran-lingkaran konsentrik.
Susunan kota menurut teori sektor adalah sebagai berikut :

  1. Sektor pusat kegiatan bisnis yang terdiri atas bangunan-bangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat perbelanjaan.
  2. Sektor kawasan industri ringan dan perdagangan.
  3. Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman kaum buruh.
  4. Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madya wisma.
  5. Sektor permukiman adi wisma, yaitu kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.




b. Ernes W. Burgess (Teori Memusat/Konsentris)

  1. Zona pusat daerah kegiatan (Central Business District), yang merupakan pusat pertokoan besar, gedung perkantoran yang bertingkat, bank, museum, hotel restoran dan sebagainya.
  2. Zona peralihan atau zona transisi, merupakan daerah kegiatan. Penduduk zona ini tidak stabil, baik dilihat dari tempat tinggal maupun sosial ekonomi. Daerah ini sering ditemui kawasan permukiman kumuh yang disebut slum karena zona ini dihuni penduduk miskin. Namun demikian sebenarnya zona ini merupakan zona pengembangan industri sekaligus menghubungkan antara pusat kota dengan daerah di luarnya.
  3. Zona permukiman kelas proletar, perumahannya sedikit lebih baik karena dihuni oleh para pekerja yang berpenghasilan kecil atau buruh dan karyawan kelas bawah, ditandai oleh adanya rumah-rumah kecil yang kurang menarik dan rumah-rumah susun sederhana yang dihuni oleh keluarga besar. Burgess menamakan daerah ini workingmen's homes.
  4. Zona permukiman kelas menengah (residential zone), merupakan kompleks perumahan para karyawan kelas menengah yang memiliki keahlian tertentu. Rumah-rumahnya lebih baik dibandingkan kelas proletar.
  5. Wilayah tempat tinggal masyarakat berpenghasilan tinggi. Ditandai dengan adanya kawasan elit, perumahan dan halaman yang luas. Sebagian penduduk merupakan kaum eksekutif, pengusaha besar, dan pejabat tinggi.
  6. Zona penglaju (commuters), merupakan daerah yang yang memasuki daerah belakang (hinterland) atau merupakan batas desa-kota. Penduduknya bekerja di kota dan tinggal di pinggiran.
c. CD Harris & EL Ullman (Teori Berganda/Multiple Nuclei)

  1. Pusat kota atau Central Business District (CBD).
  2. Kawasan niaga dan industri ringan.
  3. Kawasan murbawisma atau permukiman kaum buruh.
  4. Kawasan madyawisma atau permukiman kaum pekerja menengah.
  5. Kawasan adiwisma atau permukiman kaum kaya.
  6. Pusat industri berat.
  7. Pusat niaga/perbelanjaan lain di pinggiran.
  8. Upakota, untuk kawasan mudyawisma dan adiwisma.
  9. Upakota (sub-urban) kawasan industri

Jumat, 11 Februari 2011

Ciri Negara Maju dan Berkembang

a. Indikator kuantitatif (data yang dapat dihitung), misalnya:

   1. jumlah dan kepadatan penduduk
   2. tingkat pertumbuhan penduduk;
   3. angka beban tanggungan;
   4. angka beban tanggungan; dan
   5. usia harapan hidup.

b. Indikator kualitatif (data yang hanya dapat dibandingkan), misalnya;

   1. etos kerja dan pola pikir;
   2. tingkat pendidikan;
   3. mata pencaharian;
   4. tingkat kesehatan;
   5.  pendapatan; dan
   6. kesadaran hukum.

Ciri-Ciri Negara Berkembang

a. Memiliki emiliki Berbagai Masalah Kependudukan
    Berbagai tekanan dan masalah kependudukan yang merupakan masalah kompleks di negara-negara berkembang,
    antara lain:
   1. laju pertumbuhan dan jumlah penduduk relatif tinggi;
   2. persebaran penduduk tidak merata;
   3. tingginya angka beban tanggungan;
   4. kualitas penduduk relatif rendah; sehingga mengakibatkan tingkat produktivitas penduduk juga rendah.
   5. angka kemiskinan dan pengangguran relatif tinggi; serta
   6. rendahnya pendapatan perkapita.
b . Produktivitas Masyarakatnya Masih Didominasi Barang-Barang Primer
c . Sumber Daya Alam Belum dapat Dimanfaatkan secara Optimal
d . Ketergantungan terhadap Negara Maju
e . Keterbatasan Fasilitas Umum
f . Tingkat Kesadaran Hukum, Kesetaraan Gender, dan Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia Relatif Rendah
g . Tingkat Pendidikan Masih Rendah
h. Tingkat Pendapatan Masih Rendah
i . Tingkat Kesehatan Masih rendah

Ciri-Ciri Negara Maju

a. Sumber Daya Alam Dimanfaatkan secara Optimal
b .Dapat Mengatasi Masalah Kependudukan
c .Produktivitas Masyarakat Didominasi Barang-Barang Hasil Produksi dan Jasa
d .Tingkat dan Kualitas Hidup Masyarakat Tinggi
e .Ekspor yang Dilakukan adalah Ekspor Hasil Industri dan Jasa
f . Tercukupinya Penyediaan Fasilitasilitas Umum
g .Kesadaran esadaran Hukum, Kesetaraan Gender, dan Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia Dijunjung Tinggi
h. Tingkat Pendidikan Relatif Tinggi
i . Tingkat Pendapatan Penduduk Relatif Tinggi
j . Tingkat Kesehatan Sudah Baik
h. Angka harapan hidup penduduk yang tinggi di negara maju.

Anggota Negara G 8 adalah :

  1. Kanada — Perdana Menteri Stephen Joseph Harper
  2. Perancis — Presiden Nicolas Sarkozy
  3. Jerman — Kanselir Angela Dorothea Merkel
  4. Italia — Perdana Menteri Silvio Berlusconi
  5. Jepang — Perdana Menteri Yukio Hatoyama
  6. Rusia — Presiden Dmitry Anatolyevich Medvedev
  7. Britania Raya — Perdana Menteri David Willian Donald Cameron
  8. Amerika Serikat — Presiden Barack Obama
*  Uni Eropa Uni Eropa (anggota perwakilan)  — Presiden Dewan Eropa, Presiden Komisi Eropa, dan Presiden Parlemen Eropa

Belajar Geografi ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO