Tampilkan postingan dengan label organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organik. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2018

Manfaat dan Cara Pembuatan Asam Amino Untuk Tanaman

MANFAAT ASAM AMINO UNTUK TANAMAN :

  1. Sintesis protein 
  2. Meningkatkan ketahanan terhadap stres ( suhu tinggi, kelembaban rendah, kekeringan, serangan hama penyakit tanaman, frost, kebanjiran) ;
  3. Meningkatkan kandungan klorofil ;
  4. Mengatur pembukaan stomata (mulut daun) ;
  5. Agen pengkhelat (pengikat) unsur mikro ;
  6. Bahan baku hormon ;
  7. Membantu polinasi dan fruit set ;
  8. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah.
CARA MEMBUAT ASAM AMINO :
  1. Blender bahan yang mengandung protein (ikan, bekicot, cacing, kedele) dengan air perbandingan 1:1.
  2. Panaskan dengan suhu 60 derajat Celcius selama 1menit.
  3. Dinginkan dan atur pH mencapai 5.
  4. Tambahkan larutan enzim papain/pengempuk daging ( 0,5 % papain/10 % getah pepaya dari bahan).
  5. Blender sampai halus dan rata.
  6. Simpan dalam wadah tertutup, buka-tutup wadah setiap hari untuk menghilangkan gas.
  7. Seminggu kemudian sudah bisa digunakan.

DOSIS DAN CARA APLIKASI ASAM AMINO UNTUK TANAMAN :
  1. Konsentrasi : 4 mL/liter untuk siram, 2 mL/liter untuk semprot.
  2. Frekuensi aplikasi 1-2 minggu sekali.
  3. Dapat disiramkan ke pupuk kandang untuk meningkatkan mikroorganisme.

Catatan :

  1. Untuk pengaturan pH menggunakan Asam Sitrat dan Asam Posphat (rekomendasi untuk tanaman holtikultura). Perkiraan dosis Asam Sitrat sekitar 2 gram per-liter.
  2. Pengaturan pH bertujuan untuk mengurangi aroma yang tidak sedap saja, jadi bila digunakan sendiri (bukan skala industri) pH tidak perlu diatur.
  3. Fungsi Asam Amino sebagai agen pengkhelat (chelating agent) - unsur mikro akan diikat sehingga mudah diserap dan digunakan kembali oleh tanaman.
  4. Papain dan getah pepaya dapat digantikan oleh produk pengempuk daging yang beredar dipasaran (merek PAYA) atau buah nanas. Fungsinye memecah protein menjadi Asam Amino.
Sumber : Kang Warso
http://komunitas-bpp.blogspot.com/2014/02/asam-amino-untuk-tanaman-pertanian.html?m=1

Jumat, 17 Desember 2010

Pembuatan Aktivator Kompos

Proses pembuatan kompos yang dilakukan mempergunakan larutan effective microorganisme  yang disingkat EM.  EM  pertama kali ditemukan oleh Prof. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus. Jepang, dengan EM4 nya.
Dalam EM ini terdapat sekitar 80 genus microorganisme fermentor. Microorganisme ini dipilih yang dapat bekerja secara efektif dalam memfermentasikan bahan organik. Secara global terdapat 5 golongan yang pokok yaitu:  
1.    Bakteri fotosintetik
2.    Lactobacillus sp
3.    Streptomycetes sp
4.    Ragi (yeast)
5.    Actinomycetes


Bakteri fotosintetik
Bakteri ini merupakan bakteri bebas yang dapat mensintesis senyawa nitrogen, gula, dan substansi bioaktif lainnya.  Hasil metabolir yang diproduksi dapat diserap secara langsung oleh tanaman dan tersedia sebagai substrat untuk perkembangbiakan mikroorganisme yang menguntungkan.

Lactobacillus sp.
Bakteri yang memproduksi asam laktat sebagai hasil penguaraian gula dan karbohidrat lain yang bekerjasama dengan bakteri fotosintesis dan ragi.  Asam laktat ini merupakan bahan sterilisasi yang kuat yang dapat menekan mikroorganisme berbahaya dan dapat menguraikan bahan organik dengan cepat.

Streptomycetes sp.
Streptomycetes sp. mengeluarkan enzim streptomisin yang bersifat racun terhadap hama dan penyakit yang merugikan.

Ragi (yeast)
Ragi memproduksi substansi yang berguna bagi tanaman dengan cara fermentasi.  Substansi bioaktif yang dihasilkan oleh ragi  berguna untuk pertumbuhan sel dan pembelahan akar.  Ragi ini juga berperan dalam perkembangan atau pembelahan mikroorganisme menguntungkan lain seperti Actinomycetes dan bacteri asam laktat.

Actinomycetes
Actinomycetes merupakan organisme peralihan antara bakteri dan jamur yang mengambil asam amino dan zat serupa yang diproduksi bakteri fotosintesis dan merubahnya menjadi antibiotik untuk mengendalikan patogen, menekan jamur dan bakteri berbahaya dengan cara menghancurkan khitin yaitu zat esential untuk pertumbuhannya. Actinomycetes juga dapat menciptakan kondisi yang baik bagi perkembangan mikroorganisme lain.

Pembuatan Aktivator Kompos

Bahan baku
1.    Induk akteri ( EM) 1 liter
2.    Air Kelapa   1 liter
3.    Molase atau air gula 1 liter
4.    Ditambahkan air 7 liter

Cara Pembuatan
1.    Campurkan ke empat bahan
2.    Masukkan dalam tempat tertutup seperti botol air mineral, jerigen atau drum
3.    Diamkan sampai keluar gas
4.    Setiap hari gas yang dihasilkan dibuang
5.    Setelah 14 hari bahan siap dipakai.

Cara Pemakaian
1.    Aktivator yang telah dibuat dengan cara diatas ditambah 10 liter air kelapa
2.    Ditambah 10 liter air gula/molase
3.    Ditambah 70 liter air
4.    Diamkan selama 1 hari 1 malam
5.    Campurkan ke kompos yang akan dibuat
6.    Larutan 100 liter EM-4 dapat dipakai untuk campuran 2.000 kg bahan baku kompos.

Cara Membuat Pupuk Cair Organik

Bahan dan Alat:

  1. 1 liter bakteri
  2. 5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jati, bambu, dan lain-lainnya)
  3. 0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
  4. 1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
  5. 30 kg kotoran hewan
  6. Air secukupnya
  7. Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat

Cara Pembuatan:
  1. Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
  2. Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
  3. Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
  4. Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
  5. Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
  6. Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.

Kegunaan:
  1. Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
  2. Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
  3. Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.

Rabu, 08 Desember 2010

Cara Membuat Pestisida Alami

Secara umum pestisida alami adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Jenis pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak, karena residunya mudah hilang

Keistimewaan pestisida alami
Beberapa Keistimewaan Pestisida Alami

  1. Mempunyai kegunaan yang bersifat menolak datangnya hama/ penyakit: jerami, garam, abu dapur
  2. Mempunyai kegunaan dapat membunuh hama/ penyakit: daun mamba, tembakau, biji mahoni, dsb
  3. Mempunyai kegunaan sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman
Cara Membuat Pestisida Alami/Insektisida Organik
Jika tanaman kita ada yang terserang hama yang dapat merusak tanaman yang kita tanam, maka sebaiknya kita segera melakukan penanganan yang cepat, tepat, aman, efektif dan efisien. Cara yang paling mudah adalah beli pestisida kimia di toko untuk digunakan di lahan kita. Akan tetapi alangkah baik dan bijak jika kita menggunakan yang alami, karena di samping murah, juga tidak merusak lingkungan serta kesehatan manusia

Bahan-bahan
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
  1. Bawang putih, cabe rawit, pandan, kemangi, kunyit,  :  masing-masing 100 gram.
  2. Gula pasir : 2 sendok makan.
  3. Air suling destilasi / aqua destilata : 1 liter.
  4. Dekomposer BSA (mikro organisme pengurai) :     2 cc.
  5. Botol kaca steril besar : 2 buah

Tahap-tahap pembuatan
  1. Cabe rawit, bawang putih,     pandan, kemangi, kunyit,     air suling denestilasi     diblender hingga     bercampur rata.
  2. Masukkan ke dalam botol     yang telah disteril     bebas kuman.
  3. Masukkan gula dan     decomposer BSA     (MIKROBA), tutup lalu     biarkan satu minggu untuk     proses fermentasi.
  4. Buka dan saring dari     ampas-ampas yang ada     dan simpan di tempat yang     tertutup

Cara pemakaian/penggunaan cairan pestisida organik :
Campur 60 cc cairan     pestisida/insektisida     organik yang telah di buat     dengan 1 liter air biasa.     Bisa juga buat takaran     sendiri sesuai     perbandingan tadi.
Semprot pada batang an     daun tanaman     yang     terserang hama dan     ulat satu minggu sekali.     Habiskan semua karena tidak bisa disimpan.
Selamat mencoba semoga berhasil , kurang lebihnya kami mohon maaf
Terima kasih “”good luck””
Kelompok * K E J O *
Kiki sri rizkiyah
Erni murni
M Jalal S
R. A. Oktavianita

Belajar Geografi ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO